Mantapkan Langkah Perkuat Hulu dan Hilir Peternakan Ayam Kampung di Nusa Tenggara Barat
BRMP Unggas Bersinergi dengan BRMP NTB, Mantapkan Langkah Perkuat Hulu dan Hilir Peternakan Ayam Kampung di Nusa Tenggara Barat
LOMBOK TENGAH – Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan dan keberlanjutan rantai nilai peternakan unggas lokal, BRMP Unggas menggelar koordinasi intensif bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Nusa Tenggara Barat (BRMP NTB). Pertemuan ini berfokus pada pelaksanaan program lanjutan "Pengembangan Kemandirian Pembibitan Ayam Kampung Unggul KUB-2 Janaka dan Sensi Agrinak Sebagai Sumber Daging" di kawasan Lombok Tengah.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara BRMP Unggas dan BRMP NTB ini bertujuan membangun ekosistem peternakan ayam kampung unggul secara mandiri, terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta mendukung penyediaan pasokan daging ayam berstandar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Sebagai tindak lanjut dari koordinasi tersebut, sejumlah agenda strategis di lapangan siap dilaksanakan meliputi:
1. Survei CPCL Rumah Potong Ayam (RPA): Melakukan verifikasi dan survei Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk penyiapan Rumah Potong Ayam (RPA) semi-modern dan higienis. Fasilitas ini dirancang memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai serta ditargetkan meraih sertifikasi NKV dan Halal guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memberdayakan tenaga kerja wanita/ibu rumah tangga di sekitar kawasan.
2. Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan ICARE dan Pembandingan RPA: Mengumpulkan pemangku kepentingan dan peternak sasaran untuk sosialisasi pelaksanaan kegiatan ICARE—yang mencakup pengembangan budidaya ayam KUB pada 10 peternak penerima manfaat—sekaligus melakukan pembandingan (benchmarking) Rumah Potong Ayam.
3. Penguatan Infrastruktur Kandang Brooder Modern (Strata 1): Memulai penyiapan penambahan fasilitas kandang brooder modern pada pembibitan Strata 1. Kandang ini akan dilengkapi dengan penerapan standar biosecurity yang ketat, mesin tetas berkapasitas memadai, serta tempat makan dan minum otomatis guna menjamin suplai bibit (Day Old Chick/DOC) berkualitas tinggi secara berkelanjutan bagi peternak.
Program pengembangan berbasis model tiga strata (Strata 1, 2, dan 3) ini diharapkan mampu melepaskan ketergantungan peternak lokal dari pasokan bibit luar daerah, meningkatkan pendapatan peternak pembibit maupun pembesaran, serta menjadikan Kabupaten Lombok Tengah sebagai pusat percontohan korporasi peternakan unggas lokal modern yang mandiri dan berdaya saing di NTB.